Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya!
Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing
berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan
segera terjadi dan mengarah pada complain tentang stress di pekerjaan dan
kehidupan mereka.
Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci
besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas,
Kristal, gelas biasa, beberapa di antara gelas mahal dan beberapa lainnya
sangat indah. Sang professor berkata kepada para mantan mahasiswanya untuk
menuang sendiri kopinya.
Setelah
semua mahasiswa mendapat secangkir kopi di tangan. Prosfesor itu mengatakan,
”jika kalian perhatiakan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang
tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Sangat normal kalian
memilih yang terbaik bagi diri kalian masing-masing. Tetapi, sebenarnya itulah
yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”
“pastikan
bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Sebab, yang kalian
inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya. Namun, kalian secara sadar
mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain,”
terang professor.
“anak-anakku,
kehidupan yang kita arungi saat ini tak ubahnya seperti kopi. Sedangkan
pekerjaan, uang, kekayaan dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.
Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang
kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang
kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita
gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.”
Irham Sya’roni “Motivasi Islami Dosis Tinggi”
^_^ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ